Citra Radar Membuktikan Akibat Gempa Hebat Nepal Kathmandu Naik 1 Meter

April 30, 2015
Jual Citra Satelit, Jual Citra Satelit Resolusi Tinggi, Jual Citra Satelit QuickBird, Jual Citra Satelit Murah, Jual Citra Satelit Aster, Jual Peta Citra Satelit, Jual Beli Citra Satelit, Jual Citra Alos, Jual Citra Aster, Jual Citra Ikonos, jual citra landsat, Jual citra QuickBird, Jual Citra WorldView, Citra Satelit Landsat, Citra Satelit Ikonos, Citra Satelit QuickBird, Citra Satelit Aster, Citra Satelit Alos, Citra Satelit Resolusi Tinggi, Citra Satelit GeoEye, Citra Satelit Ifsar, Citra Satelit Pleiades, Citra Satelit Resolusi Tinggi QuickBird dan WorldView 2, Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi, Citra Satelit Resolusi Menengah, Citra Satelit Resolusi Rendah, Citra Satelit Spot, Citra Satelit WorldView, Aplikasi Citra Satelit, Beli Citra Satelit, Beli Citra Satelit QuickBird, Contoh Citra Satelit, Data Citra Satelit, Daftar Harga Citra Satelit, Foto Citra Satelit, Harga Citra Satelit, Harga Peta Citra Satelit, Harga Citra Satelit QuickBird, Harga Citra Satelit Aster, Harga Citra Satelit Landsat, Harga Citra Satelit Alos, Harga Citra Satelit Spot 5, Interpretasi Citra Satelit, Identifikasi Citra Satelit, Jenis Citra Satelit, Jasa Citra Satelit, Karakteristik Citra Satelit, Klasifikasi Citra Satelit, Kegunaan Citra Satelit, Layanan Citra Satelit, Macam macam Citra satelit, Manfaat Citra Satelit, Mosaic Citra Satelit, nama-nama Citra Satelit, Order Citra Satelit, Order Peta Citra Satelit, Olah Citra Satelit, Peta Citra Satelit, Pengolahan Citra Satelit, Pengolahan Data Citra Satelit, Pemanfaatan Citra Satelit, Pengertian Citra Satelit, Karakteristik Citra Satelit, Resolusi Citra Satelit, Resolusi Spasial citra Satelit, Reseller Citra Satelit, Rektifikasi Citra Satelit, Resampling Citra Satelit, Rona Citra Satelit, Real Time Citra Satelit, Resolusi Citra Satelit Spot, Resolusi Citra Satelit Landsat, Software Citra Satelit, Spesifikasi Citra Satelit Alos, Spesifikasi Citra Satelit Ikonos, tahap-tahap Interpretasi Citra Satelit, Tahapan Pengolahan Citra Satelit, Teknologi Citra Satelit, Vendor Citra Satelit, Website Citra Satelit

Interferogram deformasi setelah gempa Nepal pada Sabtu (25/4/2015).

Gara-gara gempa, daratan Kathmandu naik hingga 1 meter. Kenaikan itu terkonfirmasi melalui citra satelit Sentinel-1a.

Badan Antariksa Eropa (ESA), pemilik satelit Sentinel-1a, mendeteksi adanya pergerakan tanah Kathmandu dengan radar sebelum dan setelah gempa. Data yang dihasilkan diubah menjadi interferogram, citra berwarna yang sangat teknis, memperlihatkan pergerakan daratan setelah gempa.

Interferogram itu dihasilkan dengan teknik interferometric synthetic aperture radar (InSAR). Dengan interferogram, ilmuwan mampu melacak pergerakan yang terjadi saat gempa, walaupun sangat sedikit.

Hasil analisis interferogram menunjukkan bahwa area seluas 120 x 50 kilometer di sekitar Kathmandu mengalami kenaikan akibat gempa. Kenaikan itu bervariasi, kenaikan paling maksimal sebesar 1 meter.

“Apa puncak selip di timur laut Kathmandu,” Kata Tim Wright dari NERC Centre for the Observation and Modelling Earthquake, Volcanoes, and Tectonics.

Kontras dengan apa yang terjadi di Kathmandu, wilayah yang berada di bagian utara ibu kota Nepal itu mengalami penurunan. Ini merupakan fenomena yang wajar ketika gempa yang terjadi adalah gempa dangkal.

Dengan interferogram, ilmuwan juga mampu melihat bagaimana patahan menghancurkan wilayah timur dari titik pusat terjadinya gempa, tetapi tidak menyebabkan tanah retak. Itu berarti bahwa masih ada energi yang disimpan setelah gempa 7,8 SR pada Sabtu (25/4/2015) dan susulannya.

Interferogram dibuat di bawah program ESA yang bernama Insarap. Dengan analisis interferogram, ilmuwan mampu mengetahui posisi gempa pada Sabtu kemarin dalam konteks sejarah serta menentukan area yang paling berisiko gempa pada masa mendatang.

“Kami ingin tahu mana yang patah. Itu penting karena kita akan tahu mana (area) yang tidak akan, rentan, dan siap terjadi gempa,” kata Wright seperti dikutip BBC, Rabu (29/4/2015).

Sentinel-1a adalah satelit pertama yang diluncurkan oleh Uni Eropa untuk memantau Bumi. Tahun depan, ESA akan meluncurkan Satelit Sentinel-1b. Pengamatan dampak yang terjadi akibat gempa bumi dengan satelit itu nantinya takkan memakan waktu lebih dari 3 hari.

Text-to-speech function is limited to 100 characters
Share