Aplikasi Minerba One Map Indonesia (MOMI) Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas KESDM

SURABAYA–Kementerian ESDM berencana menampilkan salah satu aplikasi andalannya yakni, aplikasi Minerba One Map Indonesia (MOMI). Aplikasi MOMI merupakan salah satu dari tiga Inovasi Pelayanan Publik Kementerian ESDM Tahun 2016 yang lolos dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik se Tanah Air Tahun 2016 yang diselenggarakan Kementerian PANRB.

Minerba One Map Indonesia merupakan Sistem Informasi Geografis Wilayah Pertambangan berbasis web sebagai bagian dari semangat kolaboratif, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan MOMI, Pemerintah, stakeholder pertambangan dan masyarakat bersinergi mengelola pertambangan di Indonesia.

Berikut sekilas tentang aplikasi MOMI : Sistem aplikasi ini merupakan basis data seluruh wilayah pertambangan yang ada di Indonesia, yang mana pada saat ini MOMI telah terinput 10.338 IUP, 74 PKP2B dan 34 KK.

Data dari sub sektor/sektor lain seperti: peta batas administrasi, peta PLTU, peta kawasan hutan, peta tersus, peta blok migas dan peta tematik lainnya, telah terintegrasi dengan MOMI.

Data spasial Kementerian/Lembaga telah terintegrasi dengan MOMI dalam satu interface secara bersamaan. Yang dimaksud secara bersamaan adalah, dalam satu tampilan view monitor sudah bisa diketahui lokasi kegiatan pertambangan yang bisa di Overlay dengan peta lainnya seperti peta kawasan hutan, peta batas administrasi, peta formasi geologi, peta tersus dan lain sebagainya sesuai keinginan kita yang akan menampilkan.

Aplikasi MOMI bisa diakses dari mana saja dan kapan saja di seluruh dunia hanya dengan mensyaratkan jaringan internet yang baik maka MOMI bisa dibuka kapanpun dan dimanapun. MOMI juga akan dikembangkan ke dalam menu apple dan android sehingga ketika melakukan presentasi atau rapat pimpinan MOMI bisa digunakan hanya dengan membawa HP atau Ipad sehingga membantu mempermudah mencari data.

MOMI merupakan salah satu yang aplikasi yang mendukung kebijakan “one map policy” Indonesia dapat diakses di http://maps.minerba.esdm.go.id/home/.

Data yang telah diinput kedalam Aplikasi MOMI terdiri dari:
Data peta blok Migas dari Ditjen Migas;
Data peta WKP Panas Bumi dari Ditjen EBTKE;
Data peta WIUP (KK, PKP2B dan IUP/IPR) dan WP dari Ditjen Minerba;
Data peta formasi geologi dari badan Geologi
Data peta kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Data peta batas administrasi dari BIG;
Data peta Tersus dan coal terminal dari Direktotrat jenderal Perhubungan Laut;
Data peta Jaringan Listrik dan Lokasi PLTU dari PLN/Direktotrat jenderal Ketenagalistrikan;
Data peta Lokasi Smelter dari Direktotrat jenderal Minerba;
Data peta Pelabuhan Laut dan Udara dari Kementerian Perhubungan.
Rencana Integrasi susulan
Citra Satelit Resolusi tinggi dari BIG;
Peta izin perkebunan dari Direktotrat jenderal Perkebunan
Peta Izin Kehutanan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
Peta Tata Ruang dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
Peta Kemajuan tambang dari IUP/PKP2B/KK.

Sumber : Beritamoneter

FacebookTwitterGoogle+LinkedInYahoo MessengerBlogger PostWhatsAppEmailWordPressYahoo MailShare