Citra Satelit untuk Ijin Pertambangan

Selain didasarkan pada data citra satelit resolusi tinggi, kegiatan perizinan pertambangan juga diatur dalam UU No.4 th 2009. Yaitu seputar Pertambangan Mineral dan Batubara. Lebih detailnya semuanya diatur juga dalam Peraturan Pemerintah, salah satunya adalah PP No. 23 th 2010. 

Yaitu seputar Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Sesuai dengan peraturan pemerintah tersebut, maka kegiatan komoditas pertambangan dikategorikan menjadi 5 golongan. Yaitu mineral radioaktif, logam, nonlogam, batuan, dan batubara. Sekarang ini segala kegiatan pertambangan dikenal sebagai komoditas mineral logam.

Sedangkan selain komoditas mineral utama serta batubara, dalam hal ini batuan berperan penting juga untuk memberi dukungan pembangunan infrastruktur. Pembangunan tersebut meliputi perumahan, gedung perkantoran, dan juga pendirian dari sarana infrastruktur jalan. Melihat hal tersebut sehingga pemanfaatan satelit sangat penting sekali.

Pemanfaatan Satelit untuk Mengawasi Pertambangan

Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) sekarang ini melakukan pengawasan kegiatan perusahaan tambang menggunakan satelit. Pemanfaatan satelit dalam mengawasi kegiatan pertambangan sangat efektif untuk mengecek adanya tambang ilegal yang sering dilakukan di kawasan pedalaman. Itulah sebabnya pemanfaatan peta citra satelit penting dalam mengawasi pertambangan.

Proses pengawasan menggunakan satelit tersebut sudah diberikan tambahan anggaran dari pemerintah untuk mengawasi pemanfaatannya dengan baik agar berjalan lancar. Disamping itu sebagian anggaran yang mulanya hanya untuk proses pengawasan ke lapangan langsung sekarang ini mulai dialihkan untuk pemanfaatan satelit.

Kementerian ESDM selalu berusaha dalam penataan dan pengawasan perusahaan tambang di Indonesia. Jadi selain menggunakan satelit, mereka juga melakukan peningkatan deregulasi perizinan secara online. Dari sinilah akhirnya sudah ada 8 ribu lebih IUP yang berhasil diterbitkan.

Manfaat Satelit untuk Izin Pertambangan

Sekarang ini pemanfaatan citra-satelit menggunakan sensor optis aktif dan pasif mulai digunakan untuk banyak bidang demi memudahkan pekerjaan semua orang. Pemanfaatannya ada banyak, misalnya untuk bidang pertambangan & energi. Dalam hal ini, pemanfaatannya tersebut sering dipakai untuk data perizinan IPPKH dan lainnya.

Salah satu data yang dipakai untuk pembuatan laporan tambang perusahaan kepada kementerian itu meliputi monitoring luasan daerah pertambangan sepanjang waktu. Selain itu datanya juga meliputi perencanaan site plan pertambangan, monitoring rehabilitasi lahan dari kegiatan tambang.

Informasi datanya juga meliputi inventarisasi potensi kawasan tambang, monitoring bila terjadi tambang ilegal serta PETI. Ada juga pemanfaatan lainnya untuk mengecek adanya perubahan tutupan lahan di sekitar tambang dan perencanaan lokasi pembangkit listrik menggunakan tenaga mikrohidro.

Pemberian Izin Pertambangan Menggunakan Citra Satelit Worldview

Pada dasarnya pemberian IUP (Izin Usaha Pertambangan) batuan sudah diatur dalam PP No. 23 th 2010. Yaitu harus dilakukan lewat permohonan wilayah di setiap badan usaha, perseorangan, atau koperasi. Bagi siapa saja yang ingin mempunyai IUP wajib melakukan permohonan kepada Gubernur, Menteri, Walikota/ Bupati.

Umumnya IUP akan diberikan lewat 2 tahapan, yaitu IUP pemberian WIUP dan IUP. Pemberian izin tersebut harus didasarkan pada data yang didapatkan dari penginderaan jauh sebagai kegiatan keantariksaan. Hal ini tertuang dalam UU No. 21 th 2013. Yaitu tentang kegiatan keantariksaan.

Kegiatan tersebut meliputi sains antariksa, penguasaan teknologi, peluncuran, komersial, dan penginderaan jauh. Penginderaan jauh disini merupakan pemantauan permukaan bumi menggunakan sifat gelombang elektromagnetik yang telah dipancarkan dan dipantulkan oleh objek indera.

Perolehan data dari penginderaan jauh ini dilakukan menggunakan sarana wahana lain, stasiun bumi, perangkat penerima teknis, pengolahan data, dan satelit. Perolehan data penginderaan jauh juga dilakukan lewat pengoperasian dari citra-satelit yang kemudian didapatkan peta foto satelit untuk mendapatkan informasi terperinci secara lengkap.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.